Sabtu, 05 April 2014
Mengapa Indonesia Harus "Memilih".
Indonesia telah dipimpin oleh 6 presiden setiap masa pemerintahan presiden dan berbagai kebijakan yang diberikan padahal pemerintahan tiap masa belum mengakomodasi semua masyarakat seluruh Indonesia meskipun demikian janganlah menduri dagingkan demokrasi kita sebagai negara merdeka berdaulat wujud demokrasi dan pandangan hidup bedasarkan Pancasila dengan membuang hak kita memilih siapa wakil penyampaian apresiasi, pendapat, keluh kesal rakyat. Tak khayal wakil-wakil rakyat ini disediakan fasilitas yang mendukung jalannya pemerintah akan tetapi tetap komitmen dan ketakwaan sejatinya sebagaimana insan kamil diuji dalam setiap keputusannya, karena godaan kemasyuran, martabat, kekayaan, serta hakekat ingin tampil lebih unggul wakil rakyat terjebak dalam kelamnya pengkhianatan, kedustaan tiada akhir yang mekukai hati sanubari rakyat. Bagaimanapun sebagai wakil rakyat yang telah berebut kursi baik secara baik-baik atau entah negatif biarlah prinsip bahwa politik itu kotor menjadi mitos akan tetapi ubah politik ajang perubahan, tidak sekedar menjadi ajang legitimasi yang berkembang menjadi hingar bingar kriminalisasi korupsi, kolusi, dan nepotisme yang melukai sayap garuda untuk terbang melihat masa depan. Sekedar pesan sederhana ini mengingat kita sebagai pemilih masih adanya kejujuran dalam ketamakan dimulai dari tiap generasi jikalau kearifan lokal akan sikap yang amanah dipelihara. Jaganlah ikut terprovokasi akan kebiadapan kecoa-kecoa yang merasa negara kita tak akan pernah berubah dan tertindas kekuasaan para petugas pemerintahan. Entah pada siapa lagi asumsi masyarakat seperti ini akan berubah jika sikap apatis dan tak percaya dengan negara serta konstitusinya dipelihara karena semakin hal itu dipupuk hengkanglah harapan Bangsa menuju NKRI yang sejahtera swasembada secara fisik serta moralitas yang mengacu pada Pancasila sebagai dasar pandangan atau pedoman dan UUD 1945 seagai dasar pendomannya. Tidak sesuka hati dalam menjaring wakil-wakil pemimpin yang arif.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar